Iklan Hukum

Rumah Hukum

Selamat Ulang Tahun Kamu Masa Lalu

masrofiq.com
09/06/20



Momen tahunan ini tak akan pernah terlupakan dalam hidupku, dimana ditanggal ini selalu menjadi sejarah besar dalam hidupmu, karena tepat hari ini dirimu dilahirkan didunia dengan membawa kebahagiaan bagi semua orang. Walaupun aku bukan saudara atau kerabatmu, tapi aku selau ikut merasakan bahagia bisa melihatmu melewati hidup sejauh ini dan tak pernah lupa dalam doaku selalu kuselipkan namamu agar kamu terus bahagia.

Meskipun sekarang aku bukan siapa-siapamu lagi dan  kenyataan yang terjadi sekarang ini tak seperti yang kita harapkan, aku akan selalu mendoakanmu yang terbaik sebagai seseorang yang pernah memberi warna dalam hidupku. Dari kejauhan kuucapkan SELAMAT ULANG TAHUN semoga kebaikan selalu menyertaimu, kesuksesan selalu bersamamu dan keberkahan selalu menyelimuti hidupmu.

Sekarang kamu sudah tumbuh besar, kamu sudah menjadi dewasa dan menjadi pribadi yang pandai. Kamu juga sudah bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk, begitu juga kamu sekarang sudah mampu menentukan mana yang pantas dan tidak pantas untuk masa depanmu.

Seiring berjalannya waktu, mungkin sekarang ini kamu sudah sadar jika perjalanan panjang yang kita lewati bersama sudah tidak ada gunanya dan tak ada artinya lagi bagimu. Begitu juga dengan deretan waktu yang telah kita perbuat, dengan begitu lamanya pula kita berdua memadu kasih. Tentunya sejak awal kita bersama hingga tahun demi tahun terlewati, kita punya keyakinan yang sama tentang masa depan. Bersamamu, kita membayangkan kelak bisa duduk berdampingan di pelaminan. Hidup bersama dan jadi sepasang suami istri sampai maut memisahkan. Namun semua itu kau buat sia-sia dan mungkin semua itu hanyalah omong kosongmu karena itu hanya euforiamu bagaikan orang yang sedang mendapatkan mainan barunya. Atau mungkin juga rasa cintamu sebenarnya memang pernah ada, tapi dirimu tidak pernah cukup dan tak pernah puas denganku. Yah, mungkin semua janji-janjimu dan apa yang kamu ucapkan dulu hanyalah kembang bibir saja.

Sudahlah setiap orang berhak berbeda pendapat dan berbeda pikiran. Namun bagi saya, ditinggalkan dengan bumbu pengkhianatan adalah perkara yang tidak sederhana untuk dilupakan. Kamu pergi sesukamu sendiri dengan sederhana sekali, dan ternyata memang karena sudah tak ada rasa cinta lagi. Saya tidak tahu sudah berapa lama kamu mempersiapkan diri untuk berpisah, yang pasti kamu sudah menyusun skenario terbaik untuk memakai alasan sayalah yang bersalah.

Hubungan yang kita jalani rasa-rasanya tanpa cacat maupun cela. Orang lain yang melihat kebersamaan kita pun selalu berpendapat sama hingga mereka iri dengan kita. Namun akhirnya aku tidak pernah menyangka sebelumnya, kamu akan begitu saja meninggalkan hubungan kita dan bahagia dengan keputusan yang ada. Saya pikir kamu dan aku akan sama menderitanya, bagaimanapun juga saya sempat percaya kamu dan aku sama-sama saling mencinta. Mengingat bagaimana dulunya dirimu, menjanjikan masa depan dan berharap untuk menua bersama membuat saya ternganga saat kamu bisa memutuskan dengan begitu mudahnya.

Entahlah tiba-tiba saja kenangan tentang dirimu menghampiriku, sudah berapa lamakah kita tak saling memberi kabar. Bahkan mungkin di masing-masing kita sudah melupakan bahwa kita ini masih hidup. Aku berpikir mengapakah dulu kita harus menjalin kasih jika akhirnya harus berpisah.

Mengingatmu seperti mengais lagi serpihan-serpihan luka lama yang sudah terlanjur mengendap di hati. Dulu kita memang menjadi pasangan yang hebat, kita masih dapat bertahan dari segala macam masalah yang datang menghadang, meski terkadang kita sering berbeda pikiran namun pada akhirnya kita akan saling mengerti. 

Namun ketika sekarang cerita kita harus menemui akhirnya, aku dipaksa kuat untuk melanjutkan hidupku sendiri. Haruskah aku melupakanmu walaupun hati ini terasa berat karena rasa cintaku yang masih sangat kuat? Lantas jika kau ingin aku melupakanmu, tentunya aku butuh sekuat tenagaku untuk berusaha mengubur ingatan tentangmu. Akankah aku hidup seperti ini dengan ingatan dan kenangan yang selalu membayangi hidupku. Karena saat ingatan itu kupelihara dengan semakin mengingatmu akan membuatku semakin lemah.

Apa kamu menyadari bagaimana saya sangat terluka? Kamu pergi dengan suka cita tanpa dosa. Apa berlebihan jika saya menyebutmu manusia yang sudah tidak jalan akalnya, juga tak berfungsi perasaannya?

Memang perasaan bukanlah tisu sekali pakai yang bisa dibuang setelah selesai. Rasa cinta dan sayang yang sekian lama kita punya tak akan bisa hilang dalam sekejap mata. Sekalipun kamu tak lagi ada di sisiku, rasa ini bahkan akan tetap tinggal dan entah kapan bisa hilang.

Aku yakin dihari ulang tahunmu ini kamu sangat bahagia sekali dan masa depan yang cerah sudah menunggu didepan mata. Dan kumohon doakan aku juga agar kebahagian itu bisa menjemputku suatu saat nanti. Dan itupun tidak menutup kemungkinan kita akan disatukan kembali di rencana indah Tuhan.

Untukmu yang selalu kusayang