Iklan Hukum

Rumah Hukum

Berpikir Strategis Dan Manajemen Strategis

masrofiq.com
27/07/20


Berpikir Strategis
Cara berpikir strategis ini sangat penting karena merupakan sebuah langkah awal untuk memahami dan mengimplementasikan strategi dan taktik selanjutnya. Oleh karena itu, apabila hendak menerapkan strategi dan taktik, terlebih dahulu harus mengubah cara berpikir dengan cara berpikir yang strategis pula. Berikut ini adalah sebuah tahapan cara berpikir strategis:

1. Identifikasi Masalah
Sebagai tahap awal dari cara berpikir strategis adalah berusaha untuk mengidentifikasi masalah-masalah strategis yang muncul dengan cara melihat gejala-gejala yang mengikutinya. Proses identifikasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan brainstroming atau polling pendapat sebagai salah satu jalan.

2. Pengelompokan Masalah
Dari tahapan identifikasi masalah di atas biasanya sering muncul masalah baru yang beraneka ragam. Untuk mempermudah cara pemecahannya, perlu mengelompokkan atau mengklasifikasikan masalah-masalah sesuai sifat atau karakter tujuan pengelompokan masalah tersebut.

3. Proses Abstraksi
Setelah kelompok masalah terbentuk, tahap berikutnya adalah melakukan identifikasi masalah-masalah yang crusial dari tiap kelompok. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap masalah tersebut dalam rangka mencari faktor-faktor penyebab atau pemicu timbulnya masalah. Tahap ini memerlukan ketelitian dan kesabaran karena dari faktor-faktor itu akan disusun bersamaan dengan cara atau metode pemecahannya.

4. Penentuan cara pemecahan masalah
Setelah tahap abstraksi selesai dilakukan, tentukanlah cara yang paling tepat untuk menyelesaikan atau memecahkan masalah yang telah teridentifikasi pada tahap pertama. Metode atau cara penyelesaian masalah ini haruslah konkret dan lebih spesifik.

5. Perencanaan untuk implementasi
Tahap-tahap berpikir strategis di atas merupakan langkah penting yang harus dilakukan seseorang dalam rangka penerapan metode atau cara pemecahan masalah dalam berpikir strategis.

Manajemen Strategis
Selanjutnya adalah mengenai manajemen strategis yang dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pengetahuan yang merumuskan (memformulasikan), mengimplementasikan, dan menilai keputusan-keputusan yang cross-functional yang memungkinkannya suatu organisasi mencapai tujuan-tujuannya (objectives). Dalam melaksanakan manajemen strategis, Anda akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tipe dan struktur organisasi, gaya kepemimpinan, kompleksitas lingkungan eksternal, kompleksitas proses produksi dan hakikat masalah yang dihadapi. Faktor-faktor tersebut akan berpengaruh pada kebijakan yang akan diambil.

Kerangka dasar manajemen Strategis mempunyai 3 tahapan yang mana masing-masing tahapan mempunyai sub-sub tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Arsitektur strategi
Pada proses ini dilakukan sintesis terhadap masukan strategi baik berupa arah maupun besaran. Proses ini merupakan konstruksi dari strategi dan lebih kepada proses “apa”-nya strategi. Tahapan ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a) destinasi strategis, yaitu proses untuk mendefinisikan serta melakukan sintesis ke mana arah strategi yang akan dibangun. biasanya berupa visi dan misi suatu organisasi;
b) pemikiran strategis, yaitu proses analisis dari lingkungan organisasi baik internal maupun eksternal;
c) formasi strategis, yaitu proses formasi strategi berdasarkan arah dan posisi yang didapatkan dari destinasi dan pemikiran strategis.

2. Transformasi strategi
Tahapan ini terdiri dari proses komunikasi strategi dan membuat ukuranukuran yang sesuai, dan menyelaraskan dengan strategi. Kemudian, menyangkut penyelarasan setelah implementasi.

3. Implementasi strategi
Merupakan proses pelaksanaan strategi yang melibatkan seluruh sumber
daya yang dimiliki oleh organisasi.

Sebagai konsep dasar dalam memahami manajemen strategis, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1) manajemen strategis merupakan sebuah proses;
2) sebagai sebuah proses, manajemen strategissenantiasa berkesinambungan;
3) karena lingkungan organisasi yang terus berubah maka organisasi harus terus menerus dimodifikasi untuk memastikan bahwa tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana.

Manfaat yang dapat diambil apabila Anda mengimplementasikan manajemen strategis adalah meningkatkan performa organisasi, memperbaiki proses manajemen dan partisipasi di dalam organisasi, memperbaiki pengambilan keputusan, memperbaiki sikap, disiplin, dan motivasi individu di dalam organisasi, memperbaiki antisipasi dan kepedulian terhadap masa depan dan peluang yang terjadi, menentukan batas usaha/bisnis/kewenangan yang akan dilakukan, serta menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.